Hasanah619's Blog

Januari 4, 2010

PENGUKURAN FAKTOR EKOLOGI

Filed under: Penilaian Status Gizi — Tag: — hasanah619 @ 6:25 pm

Menurut Bengoa (dikutip oleh jelliffe, 1966), malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil yang saling mempengaruhi (multiple overlapping) dan interaksi beberapa faktor fisik, biologi dan lingkungan budaya. Jadi jumlah makanan dan zat-zat gizi yang tersedia bergantung pada keadaan lingkungan seperti iklim, tanah, irigasi, penyimpanan, transportasi dan tingkat ekonomi dari penduduk. Di samping itu, budaya juga berpengaruh seperti kebiasaan memasak, prioritas makanan dalam keluarga, distribusi dan pantangan maka bagi golongan rawan gizi. Dengan menyadari hal tersebut diatas, dipandang sangat penting untuk melakukan pengukuran ekologi yang dapat menyebabkan malnutrisi di masyarakat sebagai dasar untuk melakukan program intervensi (schrimshaw, 1964).

Secara rasional, program yang bersifat preventif sebaiknya diarahkan pada semua faktor yang terlibat dalam kesehatan masyarakat disuatu daerah tertentu. Menurut jellife (1966), faktor ekologi yang berhubungan dengan penyebab malnutrisi dibagi dalam enam kelompok, yaitu keadaan infeksi, konsumsi makanan, pengaruh budaya, sosial ekonomi, produksi pangan, serta kesehatan dan pendidikan.

KEADAAN INFEKSI

Scrimshow et.al, (1959) menyatakan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara infeksi (bakteri, virus dan parasit) dengan malnutrisi. Mereka menekankan interaksi yang sinergis antara malnutrisi dengan penyakit infeksi, dan juga infeksi akan mempengaruhi status gizi dan mempercepat malnutrisi.

Mekanisme patologisnya dapat bermacam-macam, baik secara sendiri-sendiri maupun bersamaan, yaitu:

  1. Penurunan asupan gizi akibat kurangnya nafsu makan, menurunnya absorbsi dan kebiasaan mengurangi makan pada saat sakit.
  2. Peningkatan kehilangan cairan/zat gizi akibat penaykit diare, mual/muntah dan pendarahan  yang terus menerus.
  3. Meningkatnya kebutuhan, baik dari peningkatan kebuthan akibat sakit (human host) dan parasit yang terdapat dalam tubuh.

KONSUMSI MAKANAN

Pengukuran konsumsi makanan sangat penting untuk mengetahui kenyataan apa yang dimakan oleh masyarakat dan hal ini dapat berguna untuk mengatur status gizi dan menemukan faktor diet yang dapat menyebabkan malnutrisi. Konsumsi makanan secara rinci terlihat pada bab 4 terdahulu.

PENGARUH BUDAYA

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaruh budaya antara lain sikap terhadap makanan, penyebab penyakit, kelahiran anak, dan produksi pangan. Dalam hal sikap terhadap makanan, masih banyak terdapat pantangan, tahyul, tabu dalam masyarakat yang menyebabkan konsumsi makanan menjadi rendah. Konsumsi makanan yang rendah juga disebabkan oleh adanya penyakit, terutama penyakit infeksi saluran pencernaan. Disamping itu jarak kelahiran anak yang terlalu dekat dan jumlah anak yang terlalu banyak akan mempengaruhi asupan zat gizi dalam keluarga. Konsumsi zat gizi keluarga yang rendah, juga dipengaruhi oleh produksi pangan. Rendahnya produksi pangan disebabkan karena para petani masih menggunakan teknologi yang bersifat tradisional.

FAKTOR SOSIAL EKONOMI

  1. Data sosial

Data sosial yang diperlukan adalah:

  1. Keadaan penduduk disuatu masyarakat (jumlah, umur, distribusi, seks dan geografis)
  2. Keadaan keluarga (besarnya, hubungan, jarak kelahiran)
  3. Pendidikan

-          Tingkat pendidikan ibu/bapak.

-          Keberadaan buku-buku.

-          Usia anak sekolah.

  1. Perumahan (tipe, lantai, atap, dinding, listrik, ventilasi, perabotan, jumalah kamar, pemilikan dan lain-lain)
  2. Dapur (bangunan, lokasi, kompor, bahan bakar, alat masak, pembuangan sampah)
  3. Penyimpanan makanan (ukuran, isi, penutup serangga)
  4. Air (sumber, jarak dari rumah)
  5. Kakus (tipe jika ada, keadaanya)
  6. Data ekonomi

Data ekonomi meliputi:

  1. Pekerjaan (pekerjaan umum, misalnya pekerjaan pertanian dan pekerjaan tambahan, misalnya pekerjaan musiman)
  2. Pendapatan keluarga (gaji, industri rumah tangga, pertanian pangan/non pangan, utang)
  3. Kekayaan yang terlihat seperti tanah, jumlah ternak, perahu, mesin jahit, kendaraan, radio, TV dan lain-lain.
  4. Pengeluaran/anggaran (pengeluaran untuk makan, pakaian, menyewa, minyak/bahan bakar, listrik, pendidikan, transportasi, rekreasi, hadiah/persembahan)
  5. Harga makanan yang tergantung pada pasar dan variasi musiman.

PRODUKSI PANGAN

Data yang relevan untuk produksi pangan adalah :

  1. Penyediaan makanan keluarga (produksi sendiri, membeli, barter, dll).
  2. Sistem pertanian (alat pertanian, irigasi, pembuangan air, pupuk, pengontrolan serangga dan penyuluhan pertanian).
  3. Tanah (kepemilikan tanah, luas per keluarga, kecocokan tanah, tanah yang digunakan, jumlah tenaga kerja).
  4. Peternakan dan periklanan (jumlah ternak seperti kambing, bebek, dll) dan alat penangkap ikan, dll.
  5. Keuangan (modal yang tersedia dan fasilitas untuk kredit).

PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN

Walaupun pelayanan kesehatan dan pendidikan tidak merupakanfaktor ekologi, tetapi informasi ini sangat berguna untuk meningkatkan pelayanan. Beberapa data penting tentang pelayanan kesehatan/pendidikan adalah:

  1. Rumah sakit dan pusat kesehatan (puskesmas), jumlah rumah sakit, jumlah tempat tidur, pasien, staf dan lain-lain.
  2. Fasilitas dan pendidikan, yang meliputi anak sekolah (jumlah, pendidikan gizi/kurikulum dll). Remaja yang meliputi organisasi karang taruna dan organisasi lainya. Orang dewasa, yang meliputi buta huruf. Media masa seperti radio, televisi dan lain-lain.

Pengukuran faktor ekologi sangat kompleks. Hal ini tergantung pada tipe dan jumlah staf, waktu yang tersedia dan tujuan survei. Yang penting adalah data yang dikumpulkan dapat menggambarkan situasi sekarang dan berguna untuk pengembangan program. Meskipun demikian untuk mendapatkan gambaran prevalensi malnutrisi secara langsung, dapat dilakukan dengan metode klinis dan antropometri.

Tabel 1. Jenis data yang sering digunakan dalam mengidentifikasi faktor ekologi secara cepat. (sumber: jellife DB, 1989. Community nutritional assessment. Oxford university press hlm. 150).

Jenis data Keterangan
1. Ukuran keluarga -    Jumlah, hubungan, umur, seks, jarak kelahiran
2. Pekerjaan -    Utama dan tambahan
3. Pendidikan -    Remaja yang tidak buta/buta huruf, keberadaan buku, jumlah anak-anak di sekolah
4. Rumah -    Tipe dan konstruksi (atap, dinding, lantai) jumlah kamar.
5. Ekonomi -    Alat rumah tangga, pakaian, radio/TV, alat transportasi (motor, sepeda).
6. Dapur -    Kompor, bahan bakar, alat masak
7. Pola pemberian makan -    Menu, pantangan, menyusui, prestise makanan.
8. Penyimpanan makanan -    Ukuran, isi, pengontrolan serangga.
9. Air minum -    Tipe dan jarak.
10.  Kakus -    Tipe dan keadaan.
11.  Tanah -    Luasnya, penggunaan untuk pertanian (tanaman pangan dan nonpangan)
12.  Sistem pertanian -    Irigasi  dan pupuk
13.  Peternakan dan perikanan -    Jumlah dan jenis ternak, dan kolam ikan,

-    Pasar

14.  Peralatan makan -    Ketersedian dan harga makanan.

Bagan 8-1. Faktor ekologi yang erat hubungannya dengan terjadinya malnutrisi.

Bagan 8-2. Model ekologi dalam bidang gizi (sumber: caliendo. 1979. Nutrition and the world food crisis. New york. Hlm. 15).

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: